OUR PRODUCT

WOOD SUBSTITUTION SOLUTION

Versa Wood adalah solusi pengganti kayu yang berpenampilan kayu alami, serta ramah lingkungan dan sustainable. Terbuat dari Fiber Semen Kalsium Silikat yang diproduksi menggunakan teknologi unik V-Flex  yaitu kolaborasi antara "Science, Architectural & Nature" dan disempurnakan melalui proses Autoclave Curing, sehingga menjamin kualitas superior yang meliputi kekuatan, kestabilan, daya tahan cuaca dan fleksibilitas.

Readmore..

CSR

05 November 2014

Bakti BBI untuk Indonesia, Ajang BBI Mewujudkan Cita Anak Bangsa (Penandatanganan MoU BBI-SMK)

Dunia pendidikan merupakan cikal bakal pembentuk kemampuan kognitif seseorang yang terus menerus diasah guna pembentukan skill, kompetensi, bakat, dan sebagainya. Bekal ilmu tersebutlah yang nantinya digunakan sebagai modal seseorang dalam menghadapi perkembangan kebutuhan industri akan sumber daya manusia yang kompeten dan mampu bersaing. Dunia pendidikan tersebut tak lepas dari perhatian PT Bakrie Building Industries (BBI). Sebagai perusahaan lokal bereputasi internasional yang ingin turut serta memajukan bangsa, BBI merasa memiliki tanggung jawab untuk berperan serta dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan dan karir putra-putri Indonesia.

 

Bukti nyata yang dilakukan BBI dalam mewujudkan peran sertanya adalah melalui program Community Development ‘Bakti BBI untuk Indonesia – Seremoni Penandatanganan Kerja Sama Industri-Sekolah’ yang dilaksanakan pada tanggal 5 November 2014, bertempat di Hotel Novotel Solo. Seremoni kerjasama ini merupakan kelanjutan dari program pengembangan komunitas BBI di bidang pendidikan dan ketenaga kerjaan khususnya bagi siswa/i Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang telah berjalan selama kurang lebih tiga tahun. Melalui perhelatan ini, BBI ingin lebih mengembangkan kerja sama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BBI dan ketiga SMK di Jawa Tengah antara lain SMKN 2 Klaten, SMKN 2 Sragen, dan SMKN 2 Wonosari.

 

“Pengembangan kerja sama ini tidak hanya melibatkan BBI dan SMK-SMK terkait, karena turut melibatkan Direktur Pembinaan SMK dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pusat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Jawa Tengah dan kabupaten, serta seluruh SMK se-Jawa Tengah. Ini merupakan bukti keseriusan BBI dalam menunjang pendidikan dan masa depan para pelajar yang memiliki skill di bidang teknik mesin, teknik listrik, serta teknik bangunan. Sehingga saat mereka lulus dari bangku sekolah, mereka tidak perlu kesulitan lagi mencari lapangan pekerjaan karena tempat kami terbuka lebar bagi mereka.”, ujar Yogi Pratomo Widhiarto, CEO BBI dalam kesempatan tersebut.

 

“Sebelumnya kerjasama BBI dengan beberapa SMK tersebut hanya berupa perekrutan siswa/i berprestasi untuk berkarir ataupun melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL). Melalui acara ini kita melakukan pengembangan kerja sama jangka panjang, seperti memfasilitasi kegiatan belajar mengajar siswa/i dengan sarana dan prasarana yang mereka butuhkan, pelatihan kepada tenaga pengajar (guru), bahkan BBI bersama-sama dengan SMK bercita-cita untuk bisa mengembangkan ilmu pengetahuan & teknologi (iptek) di bidang bahan bangunan melalui pendirian workshop di masing-masing sekolah sebagai wadah siswa/i untuk mengaplikasikan ilmu yang diajarkan.“, ujar Edwin Daniel, Senior Human Capital and General Affair Manager BBI.

 

 

Rangkaian acara yang dihadiri oleh ratusan tenaga pengajar dan Kepala Sekolah SMK se-Jawa Tengah tersebut tidak hanya berupa penandatangan MoU, namun juga menyuguhkan diskusi interaktif bertajuk “Mencetak Kompetensi Lulusan SMK yang Sesuai dengan Kebutuhan Dunia Industri Manufaktur”. Diskusi interaktif ini menghadirkan pembicara dari tiga elemen, yaitu Drs. M. Mustaghfirin Amin, Direktur Pembinaan SMK dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selaku pembuat dan pengawas kebijakan; Jisman Hutasoit, Chief of Technology and Operation Officer BBI selaku pelaku industri; serta Drs. Wardani Sugiyanto, Kepala Sekolah SMKN 2 Klaten selaku praktisi bidang pendidikan.

 

Diskusi ini tidak hanya membahas mengenai kesiapan pihak sekolah dalam mencetak siswa/i yang memiliki kompetensi dan siap bekerja, namun juga dukungan pemerintah dalam pembuatan materi kurikulum dan kebijakan yang mendukung kemajuan siswa/i, yang dikaitkan dengan kebutuhan industri akan sumber daya manusia yang terampil dan ahli di bidangnya. Program Community Development ‘BBI’ ke depannya diharapkan dapat melibatkan lebih banyak lagi SMK di Indonesia untuk bekerja sama, tidak hanya sebatas di pulau Jawa, tapi juga Sumatera, Sulawesi, Bali, dsb.

 

 

Kirim email anda di bawah ini untuk mendapatkan berita terbaru dan promosi dari kami